Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Saat ini sesuai dengan visi misi presiden RI yang ingin membuat Indonesia sebagai negara poros maritim dunia, kekayaan laut dan maritim sangat diperhatikan. Sayangnya perhatian tersebut baru kepada sumber daya alam yang menghasilkan hasil laut serta daerah-daerah wisata baru. Untuk menjaga kelautan agar mereka yang berkecimpung di bidang tersebut tetap sehat dengan memperkecil resiko kecelakaan kerja atau wisata belum maksimal. Hal ini bisa dilihat dari kurangnya tenaga dokter spesialis kedokteran kelautan yang ada di Indonesia. Padahal sebagai negara maritim dan yang ingin menjadi poros maritim, kesehatan para pekerja di lautan perlu mendapatkan perhatian dan fasilitas yang lengkap untuk mempertahankan produktivitasnya.

Karena itulah kementrian Koordinasi Maritim Indonesia saat ini sangat mendorong ditambahnya dokter spesialis kelautan sebagai tenaga ahli yang terdidik untuk mengatasi masalah-masalah di lingkungan laut. Hal ini direalisasikan dalam rencana pembukaan program studi kedokteran kelautan yang diharapkan bisa bertambah dari universitas-universitas di Indonesia. Program studi tersebut merupakan program studi spesialis sehingga mereka yang masuk ke dalamnya merupakan lulusan kedokteran umum yang ingin mengambil pendidikan spesialis. Hingga saat ini kebutuhan akan kedokteran kelautan masih sangat besar terutama di wilayah Indonesia Timur yang memiliki moda transportasi laut yang sangat signifikan.

Lulusan kedokteran kelautan akan memiliki keahlian yang lebih spesifik guna menyelamatkan, merawat dan mengobati pasien kecelakaan kerja ataupun pada kasus pariwisata. Diharapkan dokter spesialis tersebut bisa menggunakan keahliannya yang didukung dengan teknologi medis baik di darat maupun di laut. Dokter juga bisa ikut berlayar di kapal pesiar atau kapal transportasi untuk memberikan pelayanan medis kepada mereka yang membutuhkan. Di Indonesia, para dokter juga harus ditempatkan di lokasi-lokasi wisata laut sehingga para wisatawan lebih aman dan nyaman untuk menikmati laut misalnya dengan menyelam atau naik kapal.

Saat ini posisi dokter kelautan masih banyak dipegang oleh dokter dari angkatan laut TNI. Diharapkan kedepannya akan lebih banyak dokter dari kalangan masyarakat umum sehingga bisa bekerja dengan lebih bebas dan fleksibel. Kebutuhan akan dokter yang menguasai prosedur penyelamatan hiperbarik menggunakan tekanan oksigen juga semakin besar demi menjawab kebutuhan tempat-tempat wisata baru khususnya tempat wisata menyelam. Bagi dokter yang bekerja di kapal, diharapkan dapat menangani pasien yang berada di kapal, atau membuat penilaian dan diagnosa serta perawatan yang tepat. Dokter juga bisa melakukan rujukan bagi pasien untuk dirawat di darat yaitu di RS yang terdapat pada pelabuhan terdekat. Dengan tindakan yang cepat dan tepat diharapkan pasien akan memiliki kesempatan sembuh lebih besar.

Pembukaan program studi ini sudah masuk dalam rencana pembangunan pendidikan khususnya di bidang maritim tahun 2015 – 2019. Hingga saat ini sudah banyak universitas di seluruh negeri yang setuju untuk membuka program study tersebut. Kurikulum sedang dibahas bersama agar lulusannya betul-betul memiliki keahlian yang dibutuhkan dalam dunia kerja maupun pariwisata. Anda tertarik menjadi salah seorang dokter spesialis kedokteran kelautan? Persiapkan diri untuk menjadi dokter umum terlebih dahulu dengan masa pendidikan sekitar 5 tahun, kemudian mengambil spesialisasi kedokteran kelautan yang kira-kira membutuhkan waktu 8 hingga 10 semester. Dengan banyaknya peluang kerja di bidang ini, Anda akan memiliki masa depan yang terbuka lebar dan tetap bisa memiliki peluang untuk bekerja di darat atau tempat wisata dan rumah sakit pelabuhan atau bekerja di laut yaitu berada di poliklinik kapal.