Simak, Begini Cara Hitungan Biaya Kuliah di UI

  • 2 min read
  • Aug 11, 2020
Biaya Kuliah

Hitungan biaya kuliah di UI pastinya akan menjadi hal yang paling dipertimbangkan ketika ingin berkuliah di Universitas Indonesia. Siapa sih yang tidak ingin berkuliah di kampus ternama dan tergolong pada jajaran kampus terbaik dunia? Terlebih, program pendidikan yang disediakan oleh UI pun sangat banyak dan lengkap. Baik itu untuk Diploma, Sarjana, hingga Magister dan Doktor.

Jalur Masuk UI

Sebelum Anda masuk pada bagaimana hitungan biaya kuliah di UI, tentunya harus mengetahui dulu jalur apa saja yang bisa mengantarkan Anda agar bisa masuk ke kampus UI ini. Terlebih bagi Anda yang baru lulus SMA dan ingin melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia. Apa sajakah jalur masuknya?

  • Jalur Undangan

Jalur masuk yang pertama adalah sistem undangan atau non reguler yang bisa didasarkan pada beberapa hal. Beberapanya seperti; indeks prestasi saat di sekolah, mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang dilakukan serentak, SIMAK UI yang dikhususkan untuk seleksi Universitas Indonesia saja, jalur undangan melalui lembaga sekolah yang terdaftar programnya, atau jalur pencarian bakat.

  • Ujian Tulis

Bagi siswa yang tidak mendapat kesempatan untuk mengikuti jalur undangan, atau tidak lolos karena data yang diperlukan tidak cukup, seperti nilai raport yang kurang dan sebagainya. Maka, ujian tertulis bisa dijadikan pilihan lain untuk masuk UI. Beberapa ujian tulis yang bisa dipilih adalah SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang dilaksanakan serentak, SIMAK, dan SIMAK International khusus tes berbahasa Inggris.

Menghitung Biaya Kualiah

Setelah Anda mengetahui, jalur masuk apa saja yang bisa ditempuh, maka penting juga untuk mengetahui rincian hitungan biaya kuliah di UI. Untuk menentukan biayanya, bisa melihat beberapa hal seperti berikut ini!

  1. Biaya Pendaftaran atau Seleksi

Rincian pembiayaan yang pertama dimulai dari masalah pendaftaran. Hal ini dilakukan khusus bagi Anda yang tidak lolos seleksi jalur undangan, kemudian memilih untuk tes tulis. Biasanya, agar bisa mengikuti ujian tertulis akan dikenakan biaya pendaftaran tes. Rentang harga pun berbeda sesuai jenis ujian apa yang Anda pilih. Untuk biaya pendaftaran atau seleksi ini, biasanya berbeda setiap tahun. Namun untuk SBMPTN berkisar di harga Rp 100-250 ribu.

Meskipun begitu, ada perbedaan dari setiap jenis seleksi yang dipilih. Begitu pun untuk biaya pendaftaran masuk UI. Saat pertama masuk, Anda akan dikenakan UP (Uang Pendaftaran) yang dibayar satu kali pada saat registrasi untuk DPP sekitar Rp 800 ribu.

  1. Cek UKT dan BOP

Jika Anda sudah diterima masuk Universitas Indonesia, maka penting sekali untuk mengecek hitungan biaya kuliah di UI dengan sistem pembayarannya. Khusus bagi PTN termasuk UI, sistem pembayaran yang digunakan adalah UKT (Uang Kuliah Tunggal) atau sesuai BOP (Biaya Operasional Pendidikan) yang berlaku. Biasanya, untuk mahasiswa baru akan dikenakan tarif UKT yang disesuaikan dengan kemampuan orang tuanya dalam membayar.

Untuk jenis BOP ini terdiri dari 2 macam; BOP Berkeadilan yang ditetapkan sesuai kemampuan orang tua atau penanggung biaya, biasanya diperlukan dokumen pendukung. Kisaran biaya pun lebih minim. Ada juga BOP Pilihan, di mana penetapan hitungan biaya kuliah di UI ditentukan sendiri oleh orangtua atau penanggung. Namun, biaya ini cenderung lebih mahal.

Selain jenis BOP tersebut, untuk pembayaran UKT pun dikategorikan menjadi beberapa kelas tertentu, dari mulai kelas 1 sampai 4. Itu pun disesuaikan kembali dengan rumpun jurusan yang dipilih. Biasanya untuk rumpun IPA biayanya akan lebih mahal dibandingkan dengan rumpun IPS.

Selain biaya pendaftaran atau seleksi, hitungan biaya kuliah di UI pun bisa mencakup beberapa biaya lainnya. Pembiayaan ini didasarkan pada hal-hal yang tidak terduga. Seperti urusan masalah ongkos transportasi, buku penunjang belajar, hingga biaya kost untuk mahasiswa luar daerah. Itulah mengapa, penting sekali untuk merinci semua biayanya agar Anda pun bisa lebih aware atau punya persiapan matang terhadap biaya-biaya tersebut.